KATA PENGANTAR
Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayahNya sehingga berkat rahmatNya makalah ini bisa selesai tepat waktu,
tidak lupa terima kasih juga kepada Ibu Indah Dwi Prasetyaningrum selaku dosen pengajar yang telah
memberikan dukungan dan bantuan berupa pemikiran, bimbingan dan motivasi dengan
penuh kesabaran dan pengertian.
Kami menyadari bahwa hasil makalah yang kami susun ini masih banyak terdapat
kekurangan dalam penyajiannya, untuk itu kami mohon maaf. Demi penyempurnaan
makalah ini, kami
berharap dengan segala hormat, saran dan pendapat serta kritik dari pembaca
sekalian. Akhirnya walaupun tugas makalah ini sangat sederhana, kami berharap dapat bermanfaat bagi para
pembaca dimasa yang akan datang.
Kudus, 25 September 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Peramalan
merupakan tahap awal dari perencanaan dan pengandalian produksi. Peramalan
adalah pemikiran terhadap suatu besaran, misalnya permintaan terhadap suatu
atau beberapa produk pada periode yang akan datang. Pada hakekatnya peramalan
merupakan suatu perkiraan terhadap keadaan yang akan terjadi di masa yang akan
datang. Keadaan masa yang akan datang yang dimaksud adalah:
1.
Apa yang dibutuhkan (jenis)
2.
Berapa yang dibutuhkan (jumlah/kuantitas)
3.
Kapan dibutuhkan (waktu)
Tujuan peramalan dalam kegiatan
produksi adalah untuk meredam ketidakpastian, sehingga diperoleh suatu
perkiraan yang mendekati keadaan yang sebenarnya. Peramalan tidak akan pernah “perfect”,
tetapi meskipun demikian hasil peramalan akan memberikan arahan bagi suatu
perencanaan.
Dalam pelakukan pemasaran suatau produk atau jasa
suatu perusahaan, tentu mengukur dan meramal permintaan pasar sangatlah penting
keberadaannya. Karena dengan mengukur dan meramal permintaan pasar maka
perusahaan dapat mengetahui sejauh mana konsumen menggunakan produknya dan juga
dapat mengetahui bagaimana nasib produknya dimasa yang akan datang.
Pengukuran
Permintaan Pasar adalah Volume total yang akan dibeli oleh kelompok
pelanggan tertentu dalam wilayah geografis tertentu dalam periode waktu
tertentu dalam lingkungan pemasaran tertentu di bawah program pemasaran
tertentu.
Suatu produk yang kita hasilkan tentu saja akan dipasarkan, secara umum ada
2 konsumen yang akan menggunakan produk-produk dari suatu perusahaan, yakni business
to business ( untuk industri ) atau kepada konsumen secara
individu/keluarga.
Meramalkan
permintaan pasar yang dimasuki oleh perusahaan adalah suatu pekerjaan yang
perlu dilakukan oleh setiap manajer perusahaan dalam rangka memprediksi berapa
besar peluang pasar yang tersedia di masa depan. Peramalan permintaan merupakan
usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk di masa yang akan
datang dalam kendala satu set kondisi tertentu.
1.2 RUMUSAN MASALAH
2. Apa pengertian Peramalan permintaan ?
3. Bagaimana karakteristik peramalan yang baik ?
4. Bagaimana cara mengukur permintaan pasar ?
5. Bagaimana cara mencocokkan Supply dan demand ?
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui peramalan permintaan
2. Untuk mengetahui karakteristik peramalan yang baik
3. Untuk mengetahui cara mengukur permintaan pasar
4. Untuk mengetahui cara mencocokkan supply dan demand
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Peramalan Permintaan
Peramalan
adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi
kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan
dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Salah satu jenis
peramalan adalah peramalan permintaan. Peramalan permintaan (forecasting
Demand) merupakan tingkat permintaan produk –produk yang diharapkan akan
terealisasi untuk jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang.
Menurut Vincers Gapers didalam
Management permintaan ada dua jenis permintaan, yaitu:
1.
Permintaan bebas (Independent
Demand)
Merupakan
permintaan terhadap material, suku cadang atau produk yang bebas atau tidak
terkait langsung dengan struktur bill of material (BOM) untuk produk akhir atau
item teretentu.
2.
Permintaan tidak bebas (Dependent
Demand)
Merupakan
permintaan terhadap material , suku cadang atau produk yang terkait langsung
dengan atau diturunkan dari struktur bill of material untuk produk akahir atau
item tertentu.
Tujuan
peramalan dilihat dengan waktu:
a. Jangka pendek (Short
Term)
Menentukan
kuantitas dan waktu dari item dijadikan produksi. Biasanya bersifat harian
ataupun mingguan dan ditentukan oleh Low Management.
b. Jangka Menengah (Medium
Term)
Menentukan
kuantitas dan waktu dari kapasitas
produksi. Biasanya bersifat bulanan ataupun kuartal dan ditentukan oleh
Middle Management.
c. Jangka Panjang (Long
Term)
Merencanakan
kuantitas dan waktu dari fasilitas
produksi. Biasanya bersifat tahunan, 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun
dan ditentukan oleh Top Management.
2.2
Karakteristik Peramalan yang baik
Peramalan yang baik mempunyai beberapa kriteria yang penting, antara lain
akurasi, biaya,dan kemudahan. Penjelasan dari kriteria-kriteria tersebut adalah
sebagai berikut :
1.
Akurasi.
Akurasi dari
suatu hasil peramalan diukur dengan hasil kebiasaan dan kekonsistensian
peramalan tersebut. Hasil peramalan dikatakan bisa bila peramalan
tersebut bila terlalu tinggi atau rendah dibandingkan dengan
kenyataan yang sebenarnya terjadi. Hasil peramalan dikatakan konsisten bila
besarnya kesalahan peramalan relatif kecil. Peramalan yang
terlalu rendah akan mengakibatkan kekuranga persediaan, sehingga permintaan
konsumen tidak dapat dipenuhi segera
akibatnya perusahaan dimungkinkan kehilangan pelanggan
dan kehilangan keuntungan penjualan. Peramalan yang terlalu tinggi
akan mengakibatkan terjadinya penumpukan persediaan, sehingga banyak modal yang
terserap sia – sia. Keakuratan dari hasil
peramalan ini berperan penting dalammenyeimbangkan
persediaan yang ideal.
2.
Biaya.
Biaya
yang diperlukan dalam pembuatan suatu
peramalan adalah tergantung dari jumlah item yang diramalkan, lamanya
periode peramalan, dan metode peramalan yang dipakai. Ketiga faktor pemicu
biaya tersebut akan mempengaruhi berapa banayak
data yang dibutuhkan, bagaimana pengolahan
datanya ( manual atau komputerisasi), bagaimana
penyimpanan datanya dan siapa tenaga ahli yang diperbantukan. Pemilihan
metode peramalan harus disesuaikan dengan
dana yang tersedia dan tingkat akurasi yang ingin didapat,
misalnya item-item yang penting akan diramalkan dengan metode
yang sederhana dan murah. Prinsip ini merupakan
adopsi dari hukum Pareto ( Analisa ABC ).
3.
Kemudahan
Penggunaan
metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah diaplikasikan
akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Adalah percuma memakai metode yang canggih, tetapi tidak dapat diaplikasikan
pada sistem perusahaan karena keterbatasan dana, sumber daya manusia, maupun
peralatan teknologi.
Beberapa Sifat Hasil Peramalan.
Dalam membuat
peramalan atau menerapkan suatu peramalan maka ada beberapa hal yang harus
dipertimbangkan yaitu :
1. Ramalan pasti
mengandung kesalahan, artinya peramal hanya bisa
mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi,
tetapi tidak dapat menghilangkan ketidakpastian tersebut.
2. Peramalan
seharusnya memberikan informasi tentang beberapa
ukuran kesalahan, artinya karena peramalan pasti mengandung kesalahan, maka
adalah penting bagi peramal untuk
menginformasikan seberapa besar kesalahan yang mungkin terjadi.
3. Peramalan
jangka pendek lebih akurat dibandingkan
peramalan jangka panjang. Hal ini disebabkan karena pada peramalan jangka
pendek, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan relatif
masih konstan sedangkan masih panjang periode peramalan, maka
semakin besar pula kemungkinan terjadinya perubahan faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan.
2.3
Cara Mengukur permintaan pasar
Pengukuran
Permintaan Pasar adalah Volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan
tertentu dalam wilayah geografis tertentu dalam periode waktu tertentu dalam
lingkungan pemasaran tertentu di bawah program pemasaran tertentu.
Pemasaran
langsung ( direct marketing ) bisa menjadi alat ukur kinerja pemasaran produk
atau jasa yang perusahaan hasilkan dan berhubungan secara langsung dengan
profitabilitas. Kata kunci dalam memproduksi suatu kampanye yang menguntungkan
adalah perencanaan. Perencanaan merupakan hal mutlak yang perlu perusahaan
lakukan dalam mengembangkan rencana pemasaran yang komprehensif, jika
perusahaan ingin mencapai baik kinerja maupun profitabilitas.
Sebagai seorang
Direct Marketer ( Pemasar Pemasaran Langsung ), sangatlah penting untuk selalu
ingat bahwa asset paling penting yang perusahaan miliki bukan “Produk”, akan
tetapi, “Pelanggan”, juga bukan “Pembelian” tetapi “Pembeli”. Perencanaan yang
baik haruslah dapat digunakan untuk membantu perusahaan mengenali pasar-pasar
sasaran khusus bagi perusahaan itu sendiri dan memberikan pemahaman yang jelas
sekali tentang kebutuhan dan sikap mereka. Untuk melakukan ini perusahaan perlu
:
- Lakukan penelitian pasar tentang pelanggan perusahaan pada saat ini untuk menentukan apa yang mereka senangi/tidak senangi dalam berurusan dengan organisasi kita dan bagaimana mereka merasakan produk atau jasa perusahaan kita.
- Buat analisis sifat-sifat dasar para pelanggan kita yang ada pada saat ini untuk mengetahui apa yang mereka miliki pada umumnya.
- Tentukan siapa yang paling menikmati manfaat dari penggunaan produk atau jasa kita.
Sasaran
kegiatan-kegiatan tersebut adalah pasar yang ingin kita capai, apakah itu business
to business ( untuk industri ) atau kepada konsumen. Masing-masing kelompok
diperlakukan berbeda dan masing-masing masuk ke dalam tempat kedudukannya yang
istimewa di dalam siklus penjualan perusahaan kita.
Segmen
pelanggan potensial dan pelanggan yang sudah ada yang kita pilih untuk
dijadikan sasaran ditentukan oleh target yang telah kita tetapkan dalam
perencanaan. Misalnya, bila target kita adalah meningkatkan besarnya perkiraan,
sasaran yang jelas adalah segmen data pelanggan yang ada yang mempunyai potensi
pertumbuhan terbesar.
Dalam
perencanaan ada beberapa hal strategis yang harus dilakukan, hal tersebut
berhubungan erat dengan success produk/jasa perusahaan kita di pasar, yaitu ;
-
Produk /Jasa
Pastikan bahwa cara mendapatkan
dan menggunakan produk/jasa kita dijelaskan dengan tepat kepada pelanggan,
demikian juga manfaat-manfaatnya. Jangan mengaburkan bentuk produk/jasa dengan
manfaat. Rincilah apa yang istimewa atau unik tentang produk/jasa kita dan
bagaimana produk/jasa tersebut akan memberi manfaat kepada orang atau
organisasi yang ingin kita raih.
-
Penawaran
Penawaran mungkin hanyalah salah
satu unsur strategi, akan tetapi dapat berpengaruh besar pada hasil-hasil yang
akan kita capai. Penawaran kita bukanlah hal apa-apa, hanya sebuah usulan yang
memuaskan keinginan pokok pembeli/pelanggan untuk mendapatkan sesuatu yang
lebih untuk uang mereka. Penawaran yang tepat dapat memberi sumbangan sampai 40
% kearah tercapainya hasil-hasil kampanye kita. Penawaran itu harus sesuai dan
layak untuk pasar sasaran kita, semakin cepat pasar sasaran kita memahami apa
penawaran yang kita tawarkan dan apa yang terkandung didalamnya bagi mereka,
akan semakin besar peluang mencapai keberhasilan.
-
Media
Melakukan promosi secara efisien
mungkin dengan menggunakan iklan tercetak di surat kabar atau majalah, atau
mungkin melalui televisi atau radio, atau bahkan melalui Direct Mail. Ini
merupakan bidang yang akan ditentukan oleh anggaran belanja dan pengetahuan
kita tentang siapa yang harus kita raih.
-
Pelaksanaan yang kreatif
Strategi yang kreatif harus
merupakan bagian yang fleksibel. Kita harus melangkah maju dengan satu-satunya
cara ini bila unsur lain dari rencana tersebut telah dirumuskan dengan jelas.
-
Penentuan Waktu
Sering kali cara yang paling baik
untuk menyusun hal ini adalah menggunakan batas waktu khusus yang dipaksakan
kepada kita karena sifat produk atau jasa yng kita promosikan. Sebagai contoh,
bila kita menyelenggarakan seminar, titik awal kita adalah tanggal pelaksanaan
seminar tersebut dan kita harus mengerjakannya dengan berjalan mundur dari
titik awal tersebut.
Untuk dapat
mengukur permintaan pasar, kita harus memiliki Database Pemasaran, yaitu
sekumpulan informasi ( atau Data ) tentang para pelanggan atau klien kita yang
dapat digunakan untuk menilai potensi mereka membeli produk atau jasa kita.
Database umumnya diawali dengan informasi seperti nama, alamat, riwayat
pembelian, dan sebagainya.
Agar dapat
dikategorikan sebagai suatu database pemasaran, informasi tersebut juga harus
memberikan kepada kita suatu pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan
harapan dari para pelanggan/klien kita. Sebuah database pemasaran memberikan
kepada kita kemampuan untuk menentukan target sebuah segmen pasar tertentu yang
relevan dengan kebutuhan mereka.
Pemasaran
langsung ( Direct Marketing ) memberikan kepada kita kemampuan untuk
mendapatkan hasil yang dapat dinilai atau diukur dari investasi kita untuk
pemasaran. Salah satu cara untuk mengetahui hasil yang kita capai adalah dengan
melalui pengujian. Pengujian memberikan kepada kita sebuah strategi untuk
menentukan aspek, atau aspek-aspek kegiatan pemasaran kita yang paling besar
mempengaruhi hasil-hasil upaya kita ( apa yang diinginkan oleh Pasar ).
Ada titik awal
untuk pengujian dalam rangka mengukur tingkat permintaan pasar yaitu tiga
bagian yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap hasil-hasil usaha kita. Dalam
urutan pentingnya bagian-bagian itu adalah :
- Daftar atau media yang kita gunakan untuk mencapai pasar kita.
- Penawaran yang kita buat untuk pasar kita guna membuat mereka memberi komitmen terhadap pemasaran kia.
- Pendekatan kreatif yang kita lakukan ketika menyampaikan pesan kita.
2.4
Cara Mencocokkan Supply dan Demand
Untuk mencocokankan antara supply dan permintaan maka disini perlu
diperhatikan apa saja factor-faktor yang mempengaruhi tingkat
permintaan(demand).
Faktor - Faktor yang
Mempengaruhi Peramalan
Permintaan
suatu produk pada suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor
lingkungan yang saling berinteraksi dalam pasar yang berada di luar kendali
perusahaan. Dimana faktor – faktor lingkungan tersebut juga akan mempengaruhi
peramalan. Berikut ini merupakan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi
peramalan [Yami05] :
1.
Kondisi umum bisnis dan ekonomi
2.
Reaksi dan tindakan pesaing
3.
Tindakan pemerintah
4.
Kecenderungan
pasar
5.
Siklus hidup produk
6.
Gaya dan mode
7.
Perubahan permintaan
8.
konsumenInovasi teknologi
Selain hal- hal
diatas yang diperhatikan juga untuk mencocokkan antara supply dan demand
adalah:
1)
Smart pricing, Strategi harga telah dipakai beberapa perusahaan seperti
Dell, Nikon, dan Sharp. Strategi-strategi yang dipakai mempunyai suatu kesamaan
yaitu untuk mempengaruhi permintaan pasar dengan mengaplikasikan prinsip
revenue management techniques. Ada 2 cara pendekatan strategi harga yang saling
melengkapi satu sama lain yaitu, customized pricing dan dynamic pricing.
a.
Customized Pricing Cusmotized pricing dilakukan dengan membedakan kastemer
sesuai dengan sensitivitasnya terhadap harga.Salah satu caranya adalah dengan
memberikan rebate atau diskonBeberapa perusahaan seperti Dell dan Sharp
menggunakan sistem diskon mail-in rebates untuk membedakan kastemer berdasarkan
sensitivitasnya terhadap harga
v Mail in rebate Dalam melakukan mail-in rebate, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan :With no rebateretailer harus menentukan sendiri harga jual dan
kuantitas barang yang akan dipesan agar mendapat keuntungan yang maksimal.Harga
jual terhadap retail adalah proporsional, namun tidak menguntungan bagi
kastemer retailer.With mail in rebatesManufaktur mempengaruhi demand pasar
dengan disko, di sisi lain juga menawarkan insentif kepada retailer untuk
menaikkan jumlah orderWalaupun harga efektif yang harus ditawarkan menurun,
namun permintaan akan naik sehingga bisa melebihi keuntungan jika dijual dengan
harga efektif yang normal diberikan
v Mail in rebateWholesale priceMenurut pandangan dari segi manufaktur, ada
beberapa alasan mengapa mereka tidak menerapkan wholesale price, seperti :Tidak
semua kastemer mengirimkan kembali kupon diskonRetailer kemungkinan besar akan
menggunakan diskon dari wholesale price untuk keuntungannya sendiri sehingga
tidak menaikan demand pasar.Strategi mail-in rebates lebih menguntungkan karena
selain dapat menaikkan demamd dari pasar, juga bisa menaikkan jumlah order dari
retailer
b.
Dynamic PricingDynamic pricing adalah merubah harga produk setiap saat
tanpa membedakan target pasar yang ditujuStrategi ini telah dikembangkan sejak
dulu dan biasanya digunakan untuk media penjualan atau promosiDynamic pricing
diterapkan sebagai alat untuk mencocokkan antara demand dan supplyDibutuhkan
executive pada front-end dari supply chain sebagai pengambil keputusan dari
perubahan harga yaitu dia yang paling tahu bagaimana keadaan pasar saat itu dan
masalah supply chain produk itu sendiri
Dynamic PricingAda beberapa kunci
pertimbangan saat akan menerapkan strategi dymanic pricing untuk mendapatkan
keuntungan maksimal dari fixed-pricenya :Available capacitydengan asumsi semua
adalah sama, semakin kecil kapasitas produksi dibandingkan dengan demand
rata-rata, maka semakin menguntungkan penggunaan dymanic pricingDemand
variabilitykeuntungan pengunaan dymanic pricing meningkat seiring semakin besar
nilai ketidak pastian demand berdasarkan coefficient of variationSeasonality in
demand patternpenentuan harga berdasarkan pada musim tertentu sesuai dengan
permintaan terhadap produk tersebutLength of the planning horizon Semakin
panjang planning produksi suatubarang, semakin sulit untuk melakukan dymanic
pricingBerdasarkan pada data dan model asumsinya, dynamic pricing dapat
meningkatkan profit 2-6 %. Peningkatan profit terjadi sangat significant untuk
industri dengan low profit sepeti retail dan komputer.
c.
Pengaruh internet dalam perkembangan startegi hargaMenu cost perubahan
harga lebih mudah menggunakan internet dibanding dengan cara konvensional.
Lewat internet perubahan harga dapat di uodate dengan cepat tiap saatLower
buyer search price pencarian harga barang terendah memicu terjadinya persainga
antar penjual, disini fokus strategi smart pricing sangat
bergunaVisibilitypemberian harga yang berbeda lewat situs privat sesuai dengan
geografi dan demografi, serta dapat mempengaruhi keputusan mengenai harga,
inventory dan produksiCustomer segmentationdata histori pembeli lebih mudah
didapatkan lewat intenet dibandingkan dengan toko konvensional lainnyaTesting
capabilitydapat mencoba melakukan tes efek terhadap harga tertentu pada segelintir
kelompok sebagai acuan dalam menentukan strategi harga.
d.
Peringatan terhadap penggunaan strategi hargaBerdasarkan pengalaman
sejumlah perusahaan, apapun jenis strategi harga yang dipakai, stategi itu
harus adil kepada setiap kastemer.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang
yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang
dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Salah satu
jenis peramalan adalah peramalan permintaan. Peramalan permintaan (forecasting
Demand) merupakan tingkat permintaan produk –produk yang diharapkan akan
terealisasi untuk jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang. Peramalan
yang baik mempunyai beberapa kriteria yang penting, antara lain akurasi,
biaya,dan kemudahan. Untuk mencocokankan antara supply dan permintaan maka
disini perlu diperhatikan apa saja factor-faktor yang mempengaruhi tingkat
permintaan(demand).
DAFTAR PUSTAKA
file:///G:/Peramalan%20permintaan.htm