Rabu, 08 Februari 2017

STANDART OPERATING PROCEDURE (SOP)



STANDART OPERATING PROCEDURE (SOP)
Dalam menjalankan pelayanan kefarmasian di apotek, maka perlu disusun SOP yang dijadikan acuan dalam bekerja, antara lain:
A.      SOP Pelayanan OTC
1.       Pasien datang
2.       Menyapa pasien dengan senyum ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang dibutuhkan
3.       Tanyakan terlebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita pasien, kemudian bantu pasien untuk mendapatkan obat yang tepat
4.       Menghitung harga dan persetujuan pasien
5.       Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien sesuai dengan permintaan meliputi (nama obat, jumlah obat)
6.       Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian, waktu penggunaan obat, dan cara penggunaan, bila perlu efek samping yang mungkin timbul
7.       Untuk pelayanan obat keras tanpa resep dokter, lakukan dokumentasi nama pasien, alamat, keluhan dan nomor telepon pasien
8.       Ucapkan terimakasih dengan sopan













                                                                                                                        Dibuat oleh




                                                                                                                       





B.      SOP Pelayanan OWA
1.       Pasien datang
2.       Menyapa pasien dengan senyum dan menanyakan kepada pasien obat apa yang dibutuhkan
3.       Tanyakan pada pasien apa keluhan dan gejala penyakitnya
4.       Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat tertentu dan bagaimana hasilnya
5.       Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan tidak memuaskan, maka pilihkan obat lain yang sesuai
6.       Menghitung harga dan meminta persetujuan pasien
7.       Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat
8.       Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian, waktu penggunaan obat, cara penggunaan, dan efek samping obat yang mungkin timbul
9.       Buat catatan khusus tentang terapi dan identitas pasien











Dibuat oleh




                                                                                                                       



C.      SOP Pelayanan Resep
1.       Menerima resep pasien
2.       Lakukan skrining resep meliputi administrasi, farmasetik, dan klinik
3.       Menghitung harga dan minta persetujuan pasien
4.       Siapkan obat sesuai dengan resep
5.       Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik obat
6.       Buat etiket yang cocok denagn resep
7.       Teliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien
8.       Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian, waktu penggunaan obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul
9.       Buat catatan khusus tentang terapi dan identitas pasien












Dibuat oleh




                                                                                                                       




D.      SOP Meracik Obat
1.       Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk meracik
2.       Buatlah intruksi meracik meliputi no resep, nama pasien, jumlah dan cara pencampuran
3.       Siapkan etiket dan wadah obat, sertakan bersama intruksi meracik
4.       Cucilah tangan bila perlu gunakan sarung tangan atau masker
5.       Siapkan obat sesuai resep
6.       Bacalah intruksi meracik dan lakukanlah dengan hati-hati
7.       Masukkan dalam wadah yang telah disediakan dan beri etiket, kemudian serahkan kepada petugas lain untuk dicek dan diserahkan
8.       Bersihkan peralatan dan meja racik setelah meracik selesai
9.       Cucilah tangan sampai bersih





















Dibuat oleh




                                                                                                                       







E.       SOP Menimbang
1.       Bersihkan timbangan
2.       Setarakan timbangan terlebih dahulu sebelum memulai menimbang
3.       Ambil bahan-bahan sesuai dengan permintaan resep
4.       Ambil anak timbangan sesuai dengan berat yang diminta dan letakkan pada piring timbangan sebelah kiri
5.       Bahan baku yang dikehendaki diletakkan secukupnya pada piring timbangan sebelah kanan
6.       Buka timbangan kemudian dilihat apakah timbangan sudah seimbang atau belum
7.       Bahan ditambah atau dikurangi sampai diperoleh timbangan yang seimbang yang ditunjukkan oleh letak jarum pada posisi nol (timbangan dalam keadaan off)
8.       Ambil bahan yang sudah ditimbang kemudian diberi nama sesuai nama yang tertera pada botol persediaan bahan
9.       Cek ulang apakah bahan yang diambil sudah sesuai dengan resep kemudian dikembalikan ke tempatnya
















Dibuat oleh









F.       SOP Konseling OTC
1.       Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat tersebut dan sudah berapa lama pasien mengalaminya
2.       Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakan obat
3.       Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh diberikan
4.       Apabila obat yang diminta tidak sesuai dengan kondisi maka pasien dipilihkan obat yang tepat untuk kondisinya
5.       Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut, bila ada yang kurang maka wajib membenarkan dan melengkapinya





















Dibuat oleh




                                                                                                                       







G.     SOP Konseling OWA
1.       Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat tersebut dan sudah berapa lama pasien mengalaminya
2.       Cocokkan kondisi pasien dengan obat yang diminta, bila obat kurang sesuai untuk pasien maka rekomendasikan obat yang tepat
3.       Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut meliputi dosis, frekuensi, durasi, cara penggunaan, bila ada yang kurang maka apoteker wajib membenarkan dan melengkapinya
4.       Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakan obat
5.       Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh diberikan
6.       Apabila kondisi pasien tidak membaik atau semakin memburuk maka sebaiknya pasien dirujuk ke dokter
7.       Informasikan pada pasien tentang hal apa saja yang perlu dihindari atau yang perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan terapi
8.       Buat catatan khusus tentang terapi dan identitas pasien















Dibuat oleh




                                                                                                                       






H.     SOP Konseling Resep
1.       Obat diserahkan sekaligus dicocokkan dengan data pasien
2.       Mencocokkan obat dengan kondisi pasien dengan cara menanyakan pada pasien tentang keluhan yang dialaminya
3.       Memberitahukan pada pasien tentang obat yang diberikan dan tujuan penggunaan obat tersebut
4.       Memberikan informasi pada pasien tentang aturan penggunaan obat meliputi dosis, frekuensi, durasi, cara penggunaan
5.       Menanyakan kembali tentang semua informasi yang telah disampaikan untuk memastikan bahwa pasien telah paham dan mengerti tentang aturan penggunaan obat
6.       Memberitahukan pada pasien tentang ESO yang mungkin terjadi dan cara penanganan yang mungkin bisa dilakukan oleh pasien
7.       Menyarankan pasien untuk pergi ke dokter apabila dirasa ESO cukup berat dan mengganggu
8.       Informasikan pada pasien tentang hal apa saja yang perlu dihindari atau yang perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan terapi
9.       Buat catatan khusus tentang terapi dan identitas pasien















Dibuat oleh




                                                                                                       






I.        SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
1.       Barang datang dari PBF
2.       Cek kesesuaian antara SP dengan fraktur dan barangnya (kecocokan tentang nama barang, bentuk sediaan, jumlah sediaan, no batch, dan tanggal ED) dan cek kondisi barang (rusak/pecah, tersegel atau tidak)
3.       Fraktur ditandantangani oleh Apoteker atau Apoteker Pendamping dilengkapi dengan no SIPA serta dibubuhi stempel apotek
4.       Fraktur diambil satu lembar sebagai arsip apotek
5.       Serahkan fraktur kepada administrasi untuk di entry
6.       Cocokkan harga yang sudah ada dengan harga yang tertera pada fraktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak
7.       Tandatangani fraktur yang telah di entry
8.       Hargai obat bebas dan letakkan sesuai dengan spesifikasinya. Untuk obat keras disimpan dalam almari sesuai efek farmakologinya
9.       Arsip fraktur sesuai dengan nama PBF masing-masing










Dibuat oleh







Tidak ada komentar:

Posting Komentar